Farah
nurfadilah
Senin,
29 April 2016
artikel sistem
informasi database
Dasar-Dasar Intelegensi Bisnis : Basis
Data dan Manajemen Informasi
Mengorganisasikan
data dalam lingkungan file data
Sebuah sistem inforamsi yang efektif
menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan bagi penggunanya.
Informasi yang akurat tidak memilki kesalahan , juga informasi dikomunikasikan
dengan tepat waktu maka dapt digunakan
sebagai pengambilan keputusan sesuai kebutuhan pengguna.
Konsep
Pengorganisasian File
Konsep ini merupakan suatu konsep
yang dibuat untuk pengorganisasian file yang ada dalam sebuah sistem informasi.
Konsep ini meimplementasikan pada sistem komputer yang mengorganisasikan
kedalam suatu hierarki yang dimulai dari bit , byte, field record dan basis data.
Bit merupakan unit
terkecil dari data yang disimpan dalam komputer, sekumpulan bit disebut byte yaitu mewakili sebuah karakter
tunggal yang berbentuk huruf, angka dan symbol lainnya.
Field merupakan
pengelompokkan sebuah karakter menjadi sebuah kata, kumpulan kata, bilangan
lengkap ( misalnya : nama atau usia seseorang), sedangkan sekumpulan field yang
saling berhubungan dinamakan record,
misalnya nama mahasiswa, tanggal, dan
nilainya.
Sekumpulan
record dinamakan file
Masalah
Dengan Lingkungan File Tradisional
Pada kebanyakan organisasi , file
data dan sistem cenderung bertumbuh secara mandiri tanpa rencana mnyeluruh
perusahaan. Akuntansi, keuangan, manufaktur, sumber daya manusia, penjualan dan
pemasaran semuanya berkembang dengan sistem dan file dtanya sendiri.
Sebagai
contoh aplikasi yang menggunakan pendekatan tradisional :
1)
Departemen
SDM mempunyai file master personalia, file penggajian, file asuransi kesehatan,
file pensiun, file daftar alamat.
2)
Departemen
Keuangan mempunyai file penggajian, file pensiun, file daftar utama karyawan
untuk kegiatan pembayaran gaji.
Redundansi dan
Inkonsistensi
Redundasi data merupakan adanya
duplikasi data dalam beberapa file data yang sama disimpan di dalam lebih dari
satu lokasi. Redundasi data terjadi kelompok yang berbeda di dalam suatu
orgainisasi mendaptkan data yang sama secara independen dan menyimpannya secara
independen juga. Redundasi data menghabiskan tempat penyimpanan data dan
menimbulkan inkonsistensi data, dalam arti atribut yang sama mungkin nilai yang
berbeda.
Contoh Redundasi
yaitu:
1.
Didalam
sistem yang menggunakan input indentitas mahasiswa tapi di sistem yang lain
menginputnya menggunakan indentitas saja.
2.
Pada
sistem pengkodean yang berbeda , misanya pada toko pakaian mengguanakan kode
yang berbeda pada penjualan, persediaan, dan sistem produksi dengan kode yang
digunakan untuk mengkode ukuran akaian yang dijual kepelanggan.
Ketergantungan
Program Data
Ketergantungan program data mengacu
pada pasangan data yang tersimapan dalam file dan program tertentu. Perubahan
pada suatu program , juga mempengaruhi
perubahan file dan juga data. Karena file merupakan kumpulan data yang telah dikumpulkan.
Kurangnya
Fleksibilitas
Sistem file yang tradisional dapat
mengirim jadwal rutin setelah dilakukan
pemrograman yang ekstensif, tetapi tidak dapat mengirim laporan khusus atau
tidak merespon kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi tepat waktu.
Informasi yang dibutuhkan oleh permintaan khusus tersimpan di suatu tempat
dalam suatu sistem, ttetapi terlalu mahal untuk dicari.
Keamanan yang buruk
Karena kendali pada data dan
pengelolaan yang kurang, akses kepada dan penyebaran dari suatu informasi
mungkin dapat dilakukan. Manajemen mungkin dapat mengetahui siapa yang sedang
mengakses atau bahkan membuat perubahan pada data organisasi.
Kekurangan dalam
Pembagian dan Ketersediaan Data
Informasi tidak dapat mengalir
dengan bebas melintasi daerah fungsional yang berbeda-beda atau bagian yang
berbeda dari organisasi. Jika pengguna menemukan nilai yang berbeda dari
potongan informasi yangsama, dalam dua sistem yang berbeda , pengguna tidak
akan menggunakan sistem ini karena mereka tidak mempercayai ketepatan data.
Pendekatan Basis
Data Terhadap Pengelolaan Data
Tehnologi basis data banyak masalah
dalam organisasi file trandisional. Basis data (database) adalah sekumpulan
data organisasi digunakan untuk melayani aplikasi secara efisien dengan
memusatkan data dan mengendalikan redundasi data.
Sistem Manajemen
Basis Data
peranti lunak yang memudahkan organisasi
untuk memusatkan data, mengelola data secara efisien, dan menyediakan akses
data bagi program aplikasi. DBMS (database management system) membuat basis
data fisik tersedia untuk tampilan logis yang berbeda digunakan pengguna. DBMS
digunakan sebagai perantara file dengan program aplikasi yang diguanakn dalam
sebuah sistem.
Bagaimana DBMS
menyelesaikan masalah dalam lingkungan file tradisional
Dengan memperkecil redundasi dan
inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file yang terpisah yang mempunyai data sama. DBMS tidak dapat
menghilangkan redunsi, melainkan mengendalikan redundasi data. Menggunakan DBMS
dapat menghilangkan inkonsistensi data karena pada sistem ini memastikan bahwa
data yang sama memilki nilai yang sama.
DBMS Relasional
Jenis DBMS yang paling popular
dfewasa ini untuk PC juga untuk komputer yang lebih besar dan mainframe dalah
DMBS Relasional dapat mempresentasikan tabel dua dimensi yang disebut relasi.
Setiap tabel berisi atribut dan entitasnya . misalnya Microsoft Acess
meruapakan DBMS Relasional untuk sistem desktop, sedangkan DB2, Oracle
Databasedan Microsoft SQL Server meruakan DBMS Relasional mainframe besar.
Operasi DBMS
Relasional
Menghubungkan lebih mudah untuk
mengirim data yang dibutuhkan pengguna, asalkan dua tabel berbagi elemen data
yang sama. Jika ingin mencari nama dan alamat dari pemasok dalam basis ini
membutuhkan dua informasi tabel pemasok dan suku cadang.
DBMS Hierarkis
dan Jaringan
DBMS Hierarkis memodelkan hubungan satu kebanyak dan
DBMS Jaringan memodelkan hubungan banyak
kebanyak. Berfungsi membangun aplikasi data baru tetapi tidak efisien seperti
DBMS Relasional.
DBMS
Berorientasi Objek
Aplikasi ini membutuhkan basis data
yang dapat menyimpan dan mengambil kembali record yang tidak hanya berisi nomer
atau karakter, tetapi juga gambar, foto, suara dan video. Digunakan untuk
mengorganisasikandata yang terstruktur kedalam baris dan kolomt tidak cocok
untuk aplikasi multimedia.
DBMS Berorientasi Objek digunakan
untuk menyimapan data dan prosedur yang menganggap data tersebut sebagai objek
secara otomatis dapat diambil kembali dan dikembalikan. Dan dapat digunakan
untuk mengelola multimedia yang dipakai dalam aplikasi web.
Kapabilitas
Sistem Manajemen Basis Data
DBMS menyediakan kapabilitas dan
perangkat lunak untuk mengorganisasikan, mengelola dan mengakses data dalam basis data. Mempunyai definisi
data untuk menentukan struktur dari isi basis data. Hal ini digunakan untuk membuat
tabel basis data dan untuk mendefenisikan karakteristik field dalam setiap
tabel. Informasi tentang basis data akan didokumentasikan melalui kamus data.
Kamus data merupakan file otomatis atau manual yang menyimpan definisidari
elemen-elemen data dan karakteritiknya.
Permintaan
(Querying) dan Pelaporan
Menyertakan perangkat untuk
mengakses dan memanipulasi informasi dalam basis data. DBMS mempunyai bahasa
khusus yang disebut bahasa manipulasi data yang digunakan untuk menambah,
mengganti, menghapus, dan mengmbil kembali data di dalam basis data.
Merancang Basis
Data
Untuk merancang basis data harus
memahami diantara data, jenis data yang akan dipelihara data dalam basis data,
bagaimana data akan digunakan , dan bagaimana organisasi akan perlu berubah
untuk mengelola data dari perspektif keseluruhan perusahaan.
Dalam
Perancangan Basis data memerlukan antara lain :
1)
Rancangan
konseptual berisi logis dari sebuah basis data
2)
Rancangan
fisik berisi bagaimana basis data sebenarnya tersusun dalam perangkat
penyimpanan data dengan akses langsung.
Normalisasi
dan Diagram Hubungan Relasi Entitas
Rancangan basis data konseptual
menggambarkan bagaimana elemen data dalam basis data dalam basis data
dikelompokkan. Proses perancangan mengidentifikasi hubungan diantara
elemen-elemen data dan cara yang paling efisien mengelompokkan data.
Mendistribusikan
Basis Data
Sistem informasi dapat dirancang
dengan basis data terpusat yang digunakan sebuah prosesor puasat atau banyak prosesor dalam jaringan
klien/server. Basis data berdistribusi merupakan basis data yang tersimpan
lebih dari satu lokasi fisik.
Menggunakan
Basis Data untuk Meninkatkan Kinerja Bisnis dan Proses Pengambilan Keputusan
Menggunakan basis data untuk melacak
transaksi dasar dan juga digunakan untuk menyediakan inforamsi yang akan
membantu perusahaan menjalankan bisnis secara efisien dan membantu manajer dan
karyawan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Gudang Data
Merupakan informasi yang diringkas
dan dapat diandalkan yang berisi tren, perubahan pada seluruh perusahaan.
Gudang data adalah basis data yang menyimpan data yang sekarang dan
terdahuluyang mungkin diminati oleh para pembuat keputusandiseluruh perusahaan.
Data Mart
Merupakan subset dari gudang data
yang didalamnya terdapat ringkasan atau porsi data perusahaan yang berfokus
ditempatkan pada data terpisah untuk populasi atau pengguan tertentu.
Intelegensi
Bisnis, Analisi Data, Multidemensi, dan Penggalian Data
Dengan melihat pola, hubungan dan
pengetahuan baru untuk pengambilan keputusan. Perangka-perangkat untuk
menghubungkan, menganalisis, menyediakan, akses untuk data luas untuk membantu
pengguna pengambilan keputusan lebih baik sering disebut intelegensi bisnis.
Pemrosesan
Analisis Online (Online analytical processing- OLAP)
Online analytical processing- OLAP
mendukung analisi data multidemensi, memudahkan pengguna untuk melihat data
yang sama dengan cara yang berbeda dengan berbagai dimensi.
Penggalian Data
Lebih digerakkan oleh penemuan,
menyediakan pengetahuan tentang dat perusahaan yang tidak dapat diperoleh
dengan OLAP , dengan cara menemukan pola dan hubungan yang tersembunyi dalam
basis datayang besar dan menyimpulkan aturan untuk memprediksi perilaku di masa
depan.
Menentukan
Kebijakan Informasi
Dengan menentukan aturan-aturan
oraganisasi dalam pembagian, penyebaran, perolehan standarisasi, klasifikasi,
dan penyimpanan dari informasi. Kebijakan informasi menjelaskan prosedur dan
akuntabilitas yang spesifik, mengidentifikasi inforamsi dapat saling dibagikan
dimana inforamsi dapat didistribusikan, siapa yang yang bertanggung jawab memperbarui
dan memelihara informasi.
Memastikan
Kualitas Data
Basis data dan
kebijakan informasi dirancang dengan baik akan berlanjut pada jaminan bahwa
perusahaan akan memiliki informasi yang dibutuhkan. Informasi yang digunakan
sebagai data dapat diandalkan dan mempunyai kualitas yang baik yang berguna
bagi perusahaan untuk pengambilan keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar